13.6.10

dari setiap peristiwa

setelah kejadian tgl 10 Oktober 2009 itu, ketika orang yang katanya selama enam tahun lebih selalu menantikanku dan setelah aku benar-benar hadir dalam kehidupannya, hal itu kubuktikan dengan niat tulus hendak mempersuntingnya, ternyata tiba-tiba...ia begitu saja meninggalkan aku tanpa alasan yang bisa kuterima, ya...cintanya datang padaku juga mungkin tanpa alasan karenanya ia pergi meninggalkan aku tanpa alasan pula.
kucoba renungkan di tengah kesunyianku yang mendalam.
Allahu Akbar!!!
Hasilnya menurutku luar biasa.
Reader semua ingin tahu?
Beberapa minggu sebelum tanggal tersebut, tetanggaku meninggal akibat sengatan listrik. Ia meninggalkan seorang istri dan tiga anak perempuan yang masih kecil. Apa hubungannya dengan kisahku ini?
Yuk kita simak!
Dalam prinsip hidupku, pernikahan bukan semata untuk memenuhi kebutuhan seksual dan biologis, meski aku sadar betul bahwa aku bukan manusia yang mutlak dibaluti purisme namun karena semangat bahwa aku memang manusia biasa yang banyak dilumuri khilaf dan noda, aku berpikir inilah saat yang tepat untuk me-refresh diri. Intinya, bagiku pernikahan adalah mutlak ibadah. Caranya?
Setelah malam ke-40 dari dari meninggalnya tetanggaku itu-mungkin ini terlalu dini,tapi aku ingin segera tahu jawabannya-kusampaikan kepada istri mendiang bahwa aku ingin ikut berbagi dan mengayomi putri-putrinya yang masih kecil, dengan cara MENIKAHINYA. Jawaban Ya atau Tidak, tidak serta merta aku tuntut segera diberikan, kutunggu sampai masa idah-nya selesai, 4 bulan 10 hari.
( to be continue....)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar