bagi siapa saja yang menyadari bahwa hidup adalah sebuah pengembaraan. maka, kepulangan adalah sebuah kerinduan yang tak terperikan. nostalgia akan ,masa silam, ketika kebersamaan dengan teman-teman masa kecil. atau hal lain yang tak bisa tergambarkan. Bagiku, kali ini niat kepulangan atau mudik bukan sekadar melepas kerinduan akan kampung halaman tapi ada PR besar yang dengan penuh harap Tuhan akan membagi kepercayaanNya padaku untuk menjadi musabab terciptanya manusia baru lewat rahim istriku tercinta. di tengah kerinduanku yang membuncah, sebab bagaimana tidak, sejak hari bahagia itu, aku hanya punya waktu satu minggu menjalin kebersamaan. ooh! Sayangku...betapa rindunya aku. dan tak usah kutanyakan bagaimana perasaanmu padaku.
Itulah kepulangan seorang pengembara di atas dunia. termasuk aku?
Tapi, kepulangan yang lebih membahagiakan bagi seorang salik tentu tidak lain ialah ketika kepulangan untuk menjumpai Sang Pemilik Cinta, Allah Ajawajall. Sungguh aku melihat bahwa bayang-bayang Tuhan itu melekat pada dirimu duhai istriku-yang semoga tidak lama lagi engkau bakal menjadi ibu. Amiin