Begitu angkuhnya berlalu...
Kau hanya menyisakanku dalam tiga ruang, masa lalu, kini, dan akan datang.
Dulu adalah sebuah bentangan masa silam, aku hanya bisa mengenangmu, saat aku terjaga, atau larut dalam mimpi. Engkau takan pernah kembali. Kini, adalah tautan waktu yang membalut hidupku, sedang ke depan masih berupa bias yang sulit diterka. Aku hanya menggores rencana