10.6.12

pegat simpai

Sudah menjadi hukum, bahwa setiap ada perjumpaan pasti ada perpisahan.Sebagaimana hukum-hukum lain yang sudah dalam ketetapan-Nya, seperti ada siang pasti ada malam, ada terang pasti ada gelap, ada susah ada senang, dan seterusnya. Begitulah ia datang silih berganti.
Akan halnya diriku ini, setelah hampir 18 tahun berada di bumi pengembaraan, tanah Sumatera, di dalamnya 4 tahun lebih aku berada di bumi Serambi Mekah, ya walau masih kehitung dipinggirannya, tapi bagiku cukuplah sudah.
Saudara...., Merasakan kehangatan di tengah- tengah kalian sungguh merupakan lena yang membuat saya enggan untuk melangkahkan kaki melambaikan tangan. Betapa hangat dan bersahabatnya kalian ketika dan selama saya berada di antara kalian. Kalian telah membuat saya merasa menjadi orang paling berguna, seiring itu telah kalian sematkan gelar "mulia" yang gelar itu tidak akan saya peroleh di bangku sekolah manapun. Kalian telah membuat saya merasa menjadi orang yang "cukup" dengan segala keterbatasan  yang ada. Kalian adalah pelepas dahaga ketika saya didera kehausan akan semangat juang dalam berdakwah dan betul- betul mengobati rasa lapar dalam realita yang sebenarnya.
Mengingat, ramahnya, solidarnya, dan familiarnya kalian membuat saya begitu berat untuk melangkah. Sikap kalian seperti ini telah mengobati kekecewaan saya kepada institusi n managemen perusahaan yang kurang "Ngeuh" akan keberadaan saya. Meskipun begitu, saya tetap akan mengucapkan terima kasih kepada perusahaan karena telah memberikan kesempatan kepada saya untuk bergabung

Terima kasih, Bapak-bapak, Ibu-ibu, saudara- saudara warga Kebun PT.DM , spesial tentunya buat warga Dept. Tehnik dan PMKS yang telah berlapang dada dan antusias menerima dan mendengar "ocehan" saya. Atas apa yang saya sampaikan tidak lain yang saya inginkan adalah bertambahnya ketaatan dan keshalihan semuanya. Bahwa hidup hanya sebentar dan bekal terbaik adalah taqwa, semoga itu tertanam di hati sanubari semuanya.

Karena lidah tak bertulang, apa yang saya sampaikan itu tentu ada yang bisa menoreh luka di dada, menyulut emosi, perbuatan dan tingkah laku yang tidak menyenangkan maafkanlah saya. Semua itu tanpa sengaja saya lakukan. Tentu, sebelumnya saya sudah memafkan semuanya.

Kepada anak-anak yang selama itu dalam bimbigan saya, kadang dalam pengajar bapak harus mengangkat suara tinggi, membentak, bahkan memukul, maafkanlah bapak, semua itu bapak lakukan tidak lain agar kalian mengerti dan faham lalu mengamalkan ilmu yang sudah kalian peroleh, di tangan kalianlah harapan bapak gantungkan agar agama hidup dengan praktik syari'atnya, ilmu yang kalian peroleh dari bapak tentu masih sangat minim karena ternbatasnya kemampuan bapak, kalian harus terus belajar. Jangan sia-siakan usia hanya untuk bermain sebab umur itu kelak akan dimintai pertanggungjawaban dari yang Kuasa.

Hidup adalah pilihan, saat ini saya harus memilih, pilihan saya sekarang adalah berkumpul bersama keluarga yang sudah lama saya tinggalkan. Hanya doa yang bisa saya sampaikan dalam mengakhiri tulisan ini, semoga kita semua selalu dalam ketaatan dan hidayahnya. Anggaplah kepergian saya sebagai penyegaran karena tidak lama lagi akan ada yang menggantikan, yang pastinya, karakteristik, modelnya tidak akan sama dengan saya.

Terakhir, saya buatkan sepenggal pantun:

arit tumpul haruslah diasah
biar bisa memotong jerami
jerami dibuat sehelai tikar
tentunya tempat kita duduk
kemarin kita kumpul karena mau pisah
tapi tidak dengan silaturahmi
kan ada telp. selular
atau bisa juga lewat facebook

14.2.12

Baru Saja

waktu memang begitu cepat memotong usia kita, perjalanan yang sudah kita arungi rasanya baru saja. Tak ada yang bisa menahan. Kebersamaan yang kita tautkan tak bisa menggantikan sekian lama perpisahan yang teruntai di sepanjang ruang dan waktu. Sungguh, sesungguhnya aku merasa begitu lemah ketika kehadiranmu di sisiku adalah sebuah keniscaan yang aku harapkan. Namun sebaliknya juga, kiranya engkau tak usah begitu khawatir akan keadaanku karena di mana pun aku berada engkau laksana darah yang mengalir dalam tubuh, tak ada yang bisa menggantikan rima dan irama dalam ritme hidupku. Kamulah istriku

Tambah lagi yang membuat aku dan kamu bisa begitu kuat menjalani keadaan ini, yaitu bakal hadirnya buah cinta kita-semoga kita dapat menerima amanah itu dengan sebaik-baiknya. Amin.