cinta,
sungguh sepenggal kata yang sarat dengan makna. Dalam blog ini aku mencoba mengumpulkan definisi cinta sedetail mungkin dengan berusaha memaknai cinta tidak semata menukil pendapat orang lain atau pengalaman mereka, tapi berdasarkan jejak- jejak yang kulalui sepanjang hidupku ini, sejak aku terlahir ke bumi ini sampai aku akan meninggalkannya. Aku yakin bahwa setiap detik dalam hidup ini tak pernah lepas dari cinta. Ini pula yang melatarbelakangi pemberian nama blog ini. aku coba memahami cinta dalam definisi yang seluas-luasnya. namun bila pada akhirnya mengarah pada satu segmen saja yang fokus dibahas ini tidak lain karena segmen itu, mungkin lebih kupahami. Pembaca boleh setuju boleh tidak. cos, there are all of my experienc
sejak kecil aku punya keinginan agar hidupku bisa lebih layak- paling tidak kasarnya, tidak jadi suruhan- karena menjadi orang yang disuruh- suruh itu, apalagi dalam "tekanan" sungguh tidak mengenakan, ini salah satu deskripsiku tentang cinta, aku mencintai kehidupan. kehidupan yang di alasi dengan cinta akan melahirkan manusia-manusia santun, yang satu sama lain tidak akan saling menyakiti, walau dalam corong yang sempit kadang cinta itu menyakitkan, mengungkung pelakunya dalam derita panjang.
Beragam rasa ketika orang sedang betul- betul diliputi cinta, ia bisa menambahkan spektrum pelangi menjadi sekian juta warna dan dari selembar warna ia bisa uraiakan sepanjang kisah yang ia mau. mau kisah itu ia paparkan sesuai warna pelangi atau berseberangan sekalipun.
sepasang burung pipit berombak terbang di udara membawa sehelai jerami kering lalu mereka kumpulakan di satu ranting pohon atau di sela- sela pelepah pinang. mereka ulangi sampai hari berikutnya hingga membentuk jalinan yang rapi. Bentuknya bundar. di sarang itu sang burung betina akan bertelur dari hasil perkawinannya dengan sang burung jantan. Jumlah telurnya antara 7 sampai 15 butir (betul gak ya..?). selama beberapa minggu mereka mondar mandir. setelah proses peersalinan selesai sang betina lalu mengerami telurnya supaya bisa menetas, sementara yang jantan tetap tak ingin jauh, ia hinggap di ranting-ranting yang tidak jauh dari sarang di mana sang betina sedang mengeram. Tidak berapa lama-hanya beberapa hari saja- bayi- bayi mungil mereka lahir. Sang betina keluar sarang sambil "swiing" bersiul gembira lalu di sahuti sang jantan. mereka berdua pergi mencari makanan. mereka beri gizi yang baik untuk anak-anak mereka. meski untuk mendapatkan semua itu, kadang mereka harus mencuri padi-padi yang masih hijau di pesawahan. acap mereka pulang dengan terbirit- birit karena terkejut diteriaki para petani. malah kalau petani berangmereka di hujani batu dari rentangan ketapel. kalau kena bisa tewas seketika! mereka tak peduli, yang dipedulikan adalah anak-anak mereka yang yang baru menghirup dunia ini. semua yang mereka lakukan itu sesungguhnya merupakan perwujudan dari apa yang oleh manusia dikatakan dengan cinta
Tidak ada komentar:
Posting Komentar